Pengukuran Homeostasis dan Atom





Pengukuran
     1. Vital sign:
i)        Tekanan darah
ii)       Denyut nadi
iii)     Suhu
iv)     Pernafasan
    2. Pengukuran antropometri:
i)        Tinggi badan
ii)       Berat badan
iii)     Lingkar kepala
iv)     Lingkar otot
v)      Pengukuran panjang tungkai dan lengan
vi)     Pengukuran obesitas
vii)   Pengukuran  lingkar dada
    3. Pengukuran musculoskeletal dasar
i)        ROM
ii)       Kepadatan tulang
iii)     Kekuatan otot
iv)     Panjang/fleksibilitas otot
v)      Daya ledak otot
vi)     Daya tahan otot
    4.  Pemeriksaan neurologi dasar
i)        Motoric
ii)       Sensorik
iii)     Saraf cranial(saraf otak 12 pasang)
iv)     Reflex(fisiologi dan patologi)
v)      Keseimbangan
vi)     Nyeri
vii)   Koordinasi
     5. Pengukuran jantung paru dasar
i)        Vital sign
ii)       Bunyi nafas
iii)     Bunyi jantung
iv)     Pengembangan thoraks
v)      Vital capacity
vi)     VO2 max.
vii)   Pola nafas


Homeostasis
Homeostasis adalah system keseimbangan cairan tubuh. 15 liter cairan ekstraseluler (termasuk darah) berfungsi sebai:
·         Mengeleminasi produk produk sisa tubuh
·         Mentraspor nutrient dan O2 ke seluruh tubuh
Mekanisme umpan balik:
i)        Umpan balik positif (untuk meningkatkan suatu aktivitas dalam kurun waktu yang terbatas contoh: menyusui dan menstruasi)
ii)      Umpan balik negative (untuk mempertahankan tubuh dalam berbagai situasi,dan untuk menghentikan perubahan yang terjadi contohnya temperature, glukosa darah, respirasi dll)
Catatan:
Aldosterone adalah hormone yang ada di hormone adrenal/anak ginjal

ATOM
Molekul diatomic adalah molekul yang mmempunyai dua atom berbeda.
Afinitas elekton adalah sifat kepriodikan unsur.

Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan punya massa.
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur,organisasi,dan fungsi materi kehidupan.
Tiga wujud kimia:
·         Padat: rigit dengan bentuk pasti
·         Cair: dapat mengalir dan sesuai wadahnya
·         Gas: dapat mengembang tanpa batas.

Zat adalah materi yang memiliki susunan yang tepat dan sifat tertentu pula.
Unsur adalah zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi sederhana.

Atom adalah suatu unit terkecil dari suatu unsur
Struktur internal atom
i)        Proton(+)
ii)       Electron(-)
iii)     Neutron(netral)

Nomor atom adalah jumlah proton dalam inti setiap atom suatu unsur.
No. massa = P+N atau nomor atom + N

Ion adalah sebuah atom yang memiliki muatan. Radikal adalah atom atom, molekul yang mengandung electron yang tidak berpasangan.

Pengertian palpasi, Fibrasi, Manipulasi dan sumber fisis


A. Palpasi
Palpasi adalah metode pemeriksaan dimana penguji merasakan ukuran,kekuatan,atau letak suatu bagian dari tubuh.

Dengan palpasi, kita bisa menilai suatu objek baik dari segi Bentuk, Kelenturan, Perubahan suhu, Kualitas nyeri, dll yang terkait dengan adanya anggota tubuh.

B. Fibrasi
Metode fibrasi adalah getaran dengan menggunakan menggunakan alat ataupun dengan manual dimana bertujuan untuk mengurangi sebuah nyeri, membebaskan perlengketan dan mengurangi pembengkakan.

C. Elektro terapi
Elekto terapi adalah metode terapi dengan menggunakan medan listrik.

D. Manipulasi
Manipulasi adalah sebuah teknik  dengan tujuan untuk mengurangi nyeri, melemaskan, serta membebaskan perlengketan.

E. Sumber fisis
Sumber fisis adalah semua modalitas fisioterapi (medan listrik, cahaya, mekanik, gelombang suara, air, gerak, dan pelatihan) untuk stressor aksi dimana untuk mengatasi gangguan gerak supaya kembali pada keadaan normal sebagai reaksi stressor itu dari jaringan tubuh.

F. Stressor
Stressor adalah modalitas yang memberikan aksi untuk mendapatkan reaksi dari jaringan tubuh.

Macam macam Hormon Beserta Fungsinya



Berikut adalah tabel macam macam hormon serta fungsinya.

4 Fase penyembuhan Tulang

Fraktur adalah rusaknya kontinuitas dari struktur tulang yang dapat disebabkan oleh trauma maupun non trauma. Tidak hanya keretakan atau terpisahnya korteks, kejadian fraktur lebih sering mengakibatkan kerusakan yang komplit dimana fragmen tulang terpisah.

Fraktur dapat diakibatkan oleh cedera, stres yang berulang atau bisa juga karena kelemahan pada tulang yang abnormal (fraktur patologis).

Penyebab tersering terjadinya fraktur patologis pada femur proksimal adalah karena osteoporosis. Jenis fraktur pada os femur mempunyai insiden yang lebih tinggi diantara fraktur pada tulang lain dan lebih sering terjadi pada batang femur 1/3 tengah, juga lebih sering terjadi pada laki laki dibanding wanita dengan umur <45 tahun yang berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan.

Menurut Dresing & Lumpp padabtahun 2015, ada 4 fase dalam penyembuhan tulang yaitu sebagai berikut:

- Fase inflamasi antara 1 - 7 hari pasca fraktur.
Pada tahap ini, terjadi kerusakan pada jaringan lunak, gangguan pembuluh darah di tulang, pemisahan fragmen tulang kecil, terbentuknya hematoma dan rupture sebagian pada periosteum, sel sel bermigrasi ke bagian yang terjadi hematoma untuk membantu pembentukan kalus serta koagulasi terbentuk, serat fibrin terbentuk dan menstabilkan hematoma (hematoma callus).

- Fase soft Callus formation antara 2 - 3 minggu pasca fraktur.
Setelah cedera terjadi, proses alami penyembuhan tulang dimulai dengan pembentukan soft callus. Pada tahap ini terjadi penurunan nyeri dan bengkak. Fibroblast mulai menghasilkan serat kolagen (jaringan granulasi) yang akan berubah membentuk callus.

- Fase Hard callus formation antara 3 - 12 minggu pasca fraktur.
Osifikasi endokhondral mengubah soft callus menjadi woven bone mulai dari pinggiran dan bergerak menuju pusat yang akan berlanjut untuk proses penyembuhan jaringan. 

- Fase remodeling (pembentukan kembali).
Pada fase ini terjadi perubahan woven bone menjadi tulang pipih melalui erosi permukaan. Penyembuhan fraktur menjadi sempurna setelah terbentuk kembali kanal medular dan penghapusan bagian dari callus eksternal.